Bukit Bontang Regency @Kilo 3
Ruang-ruang terbuka hijau dan hunian yang asri berada di dalam lokasi perumahan yang memadai kami ciptakan sebagai sarana interaksi antar penghuni, menghadirkan suasanan yang akrab dan keceriaan. Fasilitas pusat bisnis memberikan nilai tambah penghuni untuk mewujudkan hunian yang sehat dan praktis bagi anda dan keluarga tercinta.
Bukit Bontang Regency dengan konsep perumahan terintegritas dengan apa yang Anda butuhkan, hingga rencana pengembangan pusat bisnis ke semi-mall akan di sediakan di atas total lahan proyek hingga 50 Hektar (2.100 unit rumah hunian dan komersil). Ini akan menjadi percontohan pengembangan bagi kota Bontang, dengan penjadwalannya pengembangan kota ke arah/wilayah dimana perumahan Bukit Bontang Regency di bangun.
So, tunggu apa lagi? Cepat Booking! Stock sangat terbatas, di penghujung tahun 2016 ini sudah terjual hampir 400 Unit!
Cari perumahan subsidi dengan kualitas seperti itu dimana lagi??
Jln. Arief Rahman Hakim KM 3 (Sebrang Hotel Oak Tree lurus lagi +/- 200 meter)
Foto-foto di Proyek, saat ini (Desember 2016) pembangunan sudah memasuki tahap pondasi..
Mau Daftar? Mudah kok,,
Daftar harga KPR Subsidi di Indonesia
Keunggulan
- Suku bunga 5 % fixed sepanjang jangka waktu kredit
- Proses cepat dan mudah
- Uang muka mulai dari 1%
- Jangka waktu maksimal s.d. 20 tahun
- Perlindungan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran
- Memiliki jaringan kerjasama yang luas dengan developer di seluruh wilayah indonesia
Persyaratan Pemohon
- WNI dan berdomisili di Indonesia
- Telah berusia 21 tahun atau telah menikah
- Pemohon maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah
- Gaji / penghasilan pokok tidak melebihi :
- Rp. 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak
- Rp. 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun
- Atau maksimal gaji/penghasilan pokok sesuai ketentuan pemerintah
- Memiliki NPWP
- Menandatangani Surat Pernyataan diatas materai
Program Sejuta Rumah merupakan gerakan bersama antara Pemerintah Pusat, Daerah, Dunia Usaha (penygembang) dan masyarakat untuk mewujudkan kebutuhan akan hunian, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yaitu masyarakat yang berpenghasilan 2,5-4 juta.
Latar Belakang Program Sejuta Rumah
- Rendahnya daya beli masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah subsidi melalui KPR karena adanya kewajiban uang muka sebesar 10%
- Kurang kondusifnya regulasi yang terkait dengan pertanahan dan perijinan yang dirasakan memberatkan pengembang khususnya pengembang yang akan membangun rumah bagi MBR
- Pemerintah berupaya menciptakan daya beli masyarakat dengan menurunkan kewajiban uang muka menjadi 1% dari harga jual rumah dan memberikan bantuan subsidi langsung kepada MBR berdasarkan tingkat kemampuan ekonomi.
- Stimulan penyediaan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) agar harga jual rumah untuk MBR dapat ditekan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.
- Mendorong Revisi Permendagri No. 32 tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian IMB agar ada keringanan dan kemudahan dalam proses penyelesaian IMB
Meski program perumahan murah dengan sistem KPR subsidi sudah digagas pemerintah, masih ada saja orang yang menunda pembelian rumah. Ada yang takut proses KPR rumit, belum memiliki kelengkapan dokumen identitas, atau belum memiliki uang muka.
Program KPR Subsidi
Program KPR subsidi yang digagas pemerintah memberikan sistem suku bunga KPR flat dalam proses angsuran. Jika dihitung kembali, total biaya yang dibutuhkan untuk memiliki rumah subsidi jauh lebih kecil daripada membeli rumah dengan sistem KPR biasa. Oleh sebab itu, Sahabat Perumnas yang belum memiliki hunian pribadi tentu harus memanfaatkan kesempatan emas ini.
Harga Rumah Naik Tiap Tahun
Jika tidak memanfaatkan program perumahan murah dengan sistem KPR subsidi tahun ini, belum tentu ada kesempatan yang sama pada tahun mendatang. Semakin meningkat harga rumah, Sahabat Perumnas akan semakin kesulitan memiliki hunian pribadi. Belum terlambat jika Sahabat Perumnas sudah menyiapkan uang muka dan sejumlah biaya lain, untuk membeli satu unit rumah subsidi sesuai kebutuhan.
Semua Orang Butuh Rumah
Ketika masih melajang, Sahabat Perumnas tentu merasa rumah bukanlah kebutuhan utama. Hidup bersama keluarga dan orang tua bisa jadi pilihan utama. Namun, Sahabat Perumnas yang sudah berkeluarga pasti merasa memiliki rumah adalah hal yang harus dicapai ketika berumah tangga. Memiliki hunian pribadi akan membuat kehidupan lebih tertata dan mandiri, daripada harus tinggal bersama anggota keluarga lainnya.
Investasi Masa Depan
Harganya yang terus melambung menjadikan rumah sebagai salah satu bentuk investasi yang sangat menjanjikan. Harganya bisa mencapai berkali-kali lipat dalam beberapa tahun. Jika sekarang Sahabat Perumnas membeli rumah dengan harga relatif murah, kemungkinan besar rumah tersebut akan menjadi aset bernilai tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
Lahan Perumahan Semakin Sedikit
Pertumbuhan jumlah perumahan semakin pesat dari hari ke hari. Jika tidak membeli rumah sekarang, lahan perumahan yang lokasinya strategis dengan pusat kota akan semakin sedikit. Jika Sahabat Perumnas tidak ingin tinggal di daerah pinggir kota yang lokasinya sulit dijangkau, sebaiknya segera realisasikan rencana membeli rumah tahun ini.
Manfaatkan program perumahan murah yang digagas pemerintah untuk memiliki hunian pribadi. Beberapa tahun dari sekarang, Sahabat Perumnas pasti bersyukur karena sudah membeli rumah pribadi sejak jauh hari. Yuk, siapkan uang muka dan kelengkapan dokumen untuk mengajukan KPR subsidi."
Sumber : Ada Perumahan Subsidi di daerah Anda? Cepat Booking! -Okezone.com
- Rumah subsidi rata-rata hanya menawarkan tipe rumah yang mungil. Untuk luas bangunan, mulai dari 21 sampai 36 meter persegi. Sementara luas tanahnya sekitar 60 sampai 72 meter persegi. Rata-rata rumah subsidi hanya memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Dengan kapasitas ini, rumah subsidi hanya cukup untuk keluarga kecil dengan satu anak.
- Usahakan membeli rumah subsidi yang masih dalam tahap pembangunan. Dengan begitu Anda bisa melakukan kustomisasi sesuai dengan selera. Mulai dari tata ruang, sampai dengan material pilihan. Soal waktu pembuatan, Anda tak perlu khawatir karena pembangunan rumah subsidi relatif cepat, rata-rata selesai dalam jangka waktu setahun.
- Umumnya rumah subsidi memang dirancang sedemikian rupa agar mudah direnovasi, maka dari itu jangan heran kalau bangunannya terkesan ringkih. Persiapkan biaya ekstra untuk renovasi, mulai dari membangun dapur, menambah luas bangunan, sampai dengan membayar tukang. Kustomisasi lebih baik dilakukan saat proses pembangunan masih berlangsung.
- Ketika membeli rumah subsidi, jangan ragu menanyakan kepada pengembang mengenai fasilitas pendukung seperti air dan listrik. Pada umumnya klaster rumah subsidi sengaja dibuat berdiri dahulu sebelum dilengkapi oleh fasilitas pendukung. Pastikan pengembang sudah menyiapkan jaringan listrik dan air.
- Perhatikan kualitas bahan pendukung seperti pipa dan septic tank. Pada umumnya rumah subsidi akan memakai bahan borongan dengan kualitas standar untuk material pendukung. Berbeda halnya dengan rumah non-subsidi.
- Anda memiliki garansi dari pengembang yang berlaku selama 100 hari semenjak Anda resmi akad kredit. Manfaatkan rentang waktu tersebut untuk mengecek secara seksama kondisi rumah subsidi. Misalnya ada genting yang pecah, keramik yang retak, atau saluran air mampet, Anda bisa mengisi formulir dan akan diperbaiki langsung oleh pengembang.
- Biaya total yang Anda bayar ketika selesai akad kredit sudah termasuk dengan biaya asuransi. Jadi, jika di tengah jalan menyicil Anda meninggal dunia, maka rumah tersebut langsung lunas dan menjadi kepemilikan ahli waris.
Recommended, testimoni pembeli Bukit Bontang Regency.













